Home » , , » Komunikasi dengan menggunakan perangkat OnBoard

Komunikasi dengan menggunakan perangkat OnBoard

Posted by Kamar Pekick on Friday, 12 May 2017

3. INTEGRATED PERIPHERALS -  (Komunikasi dengan menggunakan perangkat OnBoard)
·         Block Mode: Apabila dibuat "enabled" atau "Auto" atau "HDD MAX" maka BIOS akan menggunakan block mode untuk transfer ke harddisk. Block mode adalah cara transfer yang dilakukan per block (beberapa sektor), sedangkan cara transfer biasa adalah per sektor. Adakalanya anda dapat langsung mengisikan jumlah sektor yang akan diakses secara bersamaan, misalnya 2,4,8,16 atau 32 sektor. Jika anda buat "Auto" BIOS akan mendeteksi secara otomatis berapa sektor yang dapat digunakan secara bersamaan.
·         IDE PIO/UDMA: Digunakan untuk memilih mode PIO atau UDMA yang akan digunakan. Masing-masing kanal, memiliki pilihan sendiri-sendiri. Pilihan yang terbaik adalah "Auto" karena BIOS akan memilihnya secara otomatis berdasarkan harddisk atau CD-ROM yang terpasang. Mode PIO/UDMA yang dipilih, menentukan kecepatan transfer dari harddisk. Mode PIO tercepat adalah PIO mode 4 dengan kecepatan transfer 16.6MB/s sedang kecepatan yang dimiliki UDMA adalah UDMA mode 2 dengan kecepatan transfer 33.3MB/s.
·         PCI Slot IDE Second Channel: Dengan ini channel kedua dari sebuah card EIDE di slot PCI dapat diaktifkan ("enabled") atau dimatikan ("disabled").
·         On-Chip Primary/Secondary PCI IDE: Digunakan untuk mengaktifkan atau mematikan channel dari Onboard IDE Controller.  Ada dua channel yang biasanya telah ada di motherboard,yaitu:  primary channel dan secondary channel. Jika anda buat menjadi"enabled" maka channel ini akan diaktifkan. Jika anda ingin mematikannya maka gunakan pilihan "disabled".
·         Onboard PCI SCSI Chip: Jika motherboard anda memiliki Onboard SCSI Controller maka pilihan ini akan tampil. Digunakan untuk mengaktifkan atau menonaktifkan SCSI controller yang ada pada motherboard. Jika anda aktifkan, controller ini akan menggunakan IRQ dan DMA tertentu. Jika anda memilih "disabled" maka controller akan dimatikan dan anda tidak dapat menggunakan SCSI controller card untuk mengakses harddisk atau CDROM SCSI Anda.
·         USB Controller: Pada motherboard yang menggunakan chipset yang mendukung USB, BIOS setup akan menampilkan pilihan ini. Pilihan "enabled" akan mengaktifkan USB controller sedangkan pilihan "disabled" akan mematikannya. USB merupakan singkatan dari Universal Serial Bus. Suatu sistem koneksi peripheral seperti keyboard, mouse, printer, kamera, secara serial.
·         Onboard FDD Controller: Pilihan "enabled" akan mengaktifkan OnBoard Floppy Disk Controller. Resource yang digunakan oleh controller ini adalah IRQ 6 dan DMA 2. Jika anda buat menjadi "disabled" anda akan kehilangan floppy disk controller (dan disk drive anda tentunya), kecuali Anda akan menambah floppy disk controller card secara manual.
·         Onboard Serial Port ½: Digunakan untuk mengatur konfigurasi OnBoard Serial Port. Biasanya ada dua channel serial port yang dimiliki oleh motherboard. Pilihan"disabled" akan menyebabkan serial port anda tidak aktif, sedangkan pilihan lainnya akan menentukan port dan IRQ yang digunakan. Pilihan-pilihan lainnya itu antara lain "3F8/IRQ4", "2F8/IRQ3", dsb. Adakalanya anda harus mengganti konfigurasi serial port ketika anda memasang modem internal yang menggunakan COM4.
·         UART2 Mode: Digunakan untuk mengatur konfigurasi serial port yang digunakan untuk komunikasi dengan komponen infra merah.
Pilihan "Standar" digunakan untuk komunikasi normal dengan interface RS232C. Sedangkan pilihan lainnya, yaitu "IrDA 1.0", "IrDA 1.1", "ASK IR" digunakan untuk menentukan tipe alat komunikasi infra merah yang terpasang pada serial port PC Anda.
·         Duplex Mode: Pilihan "Full" akan membuat komunikasi melalui infra. merah dapat melakukan pengiriman dan penerimaan secara bersamaan sedangkan pilihan "Half' akan menyebabkan proses pengiriman dan penerimaan data akan dilakukan secara bergantian.
·         Onboard Parallel Port: Digunakan untuk mengatur konfigurasi OnBoard Paralel Port. Biasanya hanya ada satu channel paralel port yang dimiliki oleh motherboard. Pilihan "disabled" akan menyebabkan paralel port anda tidak aktif, sedangkan pilihan lainnya akan menentukan port dan IRQ yang digunakan. Pilihan lainnya itu antara lain "378/IRQ7", "278/IRQ5", dsb.
·         Parallel Port Mode: Di sini biasanya tercanturn "SPP", "EPP" dan "ECP" serta bermacam-macam kombinasi dari dalamnya sebagai mode operasi untuk paralel port. Berbeda dengan Standard Parallel Port (SPP), baik Enhanced Parallel Port (EPP) maupun Extended Capabilities Port (ECP) bekerja secara dua arah (bidirectional) sehingga akan bekerja lebih cepat dibandingkan dengan SPR , apabila tidak timbul masalah, maka "ECP/EPP"merupakan setting yang terbaik, fleksibel, dan tercepat.
·         ECP Mode Use DMA: Menentukan channel DMA yang akan digunakan untuk paralel port dalam mode ECP. Pilihlah DMA 3 karena pilihan DMA 1 biasanya bentrok dengan sound card.
·         Parallel Port EPP Type: Menentukan tipe EPP yang akan digunakan ketika anda memilih paralel port dalam mode EPP. Pilihan yang ada adalah "EPPI.7" dan "EPPI.9" yang lebih baru.

4. CHIPSET FEATURES SETUP – (Setting yang bergantung pada chipset)
Setting-setting yang dapat dilakukan pada bagian ini sangat tergantung pada chipset dan motherboard yang digunakan pada PC anda. Jadi, kemungkinan besar isi bagian ini akan berbeda antara satu PC dengan PC yang lain. Sebagian besar settingan tersebut akan berhubungan dengan memori, yaitu waktu akses memori, timing, wait state, dan semacamnya. Pengubahan setting pada Chipset Features Setup dapat mempengaruhi kinerja sistem secara kese luruhan.
Konfigurasi yang optimal dapat menghasilkan kecepatan sistem sampai 10% lebih cepat dibandingkan kecepatan sistem pada kondisi yang tidak optimal.

·         Auto Configuration: Untuk amannya pilihlah "enabled" dan anda tinggal memilih DRAM Speed Selection yang tepat. BIOS akan mengkonfigurasikan beberapa settingan  sesuai dengan kecepatan RAM yang anda miliki. Tetapi konfigurasi yang diberikan oleh BIOS bukanlah konfigurasi tercepat, anda masih dapat mempercepatnya secara manual. Untuk menambah pengetahuan, pilihlah"disabled" dan anda akan memiliki beberapa pilihan yang dapat diubah secara manual.
Ubahlah pilihan itu, satu demi satu dan lakukan pengujian, apakah sistem PC anda masih stabil atau konflik dan menurun (error).
Untuk mencobanya : Angka yang lebih kecil biasanya lebih cepat, misalnya 2T lebih cepat dari 3T, 2xxx lebih cepat dari 3xxx, kemudian enable dan biasanya lebih cepat dari disabled. Diingatkan kembali untuk melakukan pengujian sistem setiap kali melakukan perubahan.
·         DIMM Speed Selection: Di sini akan ditentukan kecepatan memori yang dipergunakan untuk FPM (Fast page Mode) dan EDO DRAMs (Extended DataOut). Waktu akses yang biasa digunakan adalah "60ns" dan "70ns". Nilai yang benar dapat diketahui dengan melihat ke dalam chip memori yang digunakan. Pada bagian belakang kode chip-chip itu biasanya terdapat kode seperti "70","60","J7","N' dsb.
·         System/Video BIOS Cacheable: Jika dibuat "enabled" maka BIOS yang telah dishadow ke RAM dapat dicache oleh cache memory. Pilihan "enabled" akan meningkatkan kecepatan sistem.
·         8/16 Bit 1/0 Recovery Time: Di sini anda dapat men-setting berapa banyak siklus yang digunakan untuk menunggu antara akses-akses yang akan dilakukan melalui bus ISA. Dalam kasus biasa, cukup diisi dengan nilai "1". Jika nilai "1"menimbulkan masalah dengan card pada bus ISA, maka ubahlah menjadi nilai yang lebih tinggi.

5.  POWER MANAGEMENT SETUP – (Menyangkut penghematan energi)
·         Power Management: Di sini anda dapat mematikan ("disabled") atau menyalakan seluruh pilihan untuk penghematan energi. Jika anda aktifkan, anda dapat menggunakan dua konfigurasi yang sudah diberikan yaitu "Max Saving" dan "Min Saving" sedangkan pilihan "User Define" digunakan untuk melakukan konfigurasi Power Management secara manual dengan mengubah beberapa pilihan yang lain.
·         PM Controlled by APM: Apabila Anda menggunakan sebuah sistem operasi yang disertai dengan Advanced Power Management seperti Windows 95, maka anda dapat menyerahkan pengontrolan penghematan energi kepada sistem operasi dengan memilih "yes".
·         Video Off Method: Di sini tersedia bermacam-macam setting bagaimana monitor harus dimatikan. Pada pilihan "Blank Screen" hanya akan dikirim tampilan kosong ke monitor. Pilihan "V/HSync+Blank" akan turut mematikan sinyal-sinyal sinkronisasi.
Pilihan "DPMS Support" menemukan bahwa display adapter dan monitor diarahkan pada VESA Display Power Management Signaling.
·         Modem use IRQ: Di sini dapat ditentukan IRQ yang digunakan oleh modem yang ada. Jika IRQ ini aktif, PC akan "dibangunkan" untuk menerima kiriman data.
·         Doze/Standby/Suspend Mode: Ketiga settingan ini digunakan untuk mengatur lamanya waktu yang diberikan bagi PC dalam keadaan tidak aktif sebelum memasuki mode-mode yang ada. Pada mode Doze hanya prosesor dan harddisk yang dimatikan, mode Stand By mematikan harddisk dan monitor sedangkan mode Suspend akan mematikan semua komponen.
·         HDD Power Down: Menentukan berapa lama waktu yang diberikan bagi harddisk untuk tidak bekerja sebelum dimatikan oleh BIOS secara software. Beberapa harddisk lama mengalami masalah jika bagian ini diaktifkan karena setelah "tidur" harddisk tersebut tidak bisa "bangun" lagi secara software.
·         Wake Up Events in Doze & Standby: Berisi daftar IRQ yang dapat membangunkan PC dari mode Doze atau StandBy IRQ. IRQ ini biasanya berhubungan dengan hardware tertentu, misalnya IRQ 4 untuk mouse, 14 dan 15 untuk harddisk. Dalam versi-versi BIOS yang lebih baru dikenal dengan istilah "Reload Global Timer Events".
·         Power Down & Resume Events: Di dalam daftar yang kedua ini semua komponen ditandai dengan "On"yang akan membangunkan komputer dari keadaan suspend mode.
·         Throttle Duty Cycle: Menemukan persentase clock prosesor dibandingkan clock aslinya jika prosesor sedang berada pada mode Doze.
·         VGA Active Monitor: Apabila pilihan ini berada pada posisi "enabled", maka aktivitas display adapter akan membangunkan sistem ketika berada dalam mode Stand By.
·         CPU Fan Off in Suspend: Apabila diposisikan pada "enabled", maka BIOS akan mematikan kipas prosesor ketika berada pada mode Suspend.
Tetapi kipas prosesor yang digunakan harus mengambil power dari konektor khusus di motherboard dan tidak langsung mengambil dari power supply.
·         Resume by Ring: Apabila pilihan ini berada pada posisi "enabled" dan saluran ring indicator dari interface serial menunjukkan adanya panggilan masuk ke modem, PC akan dibangunkan dari keadaan penghematan energi.
·         IRQ 8 Clock Event/IRQ 8 Break Suspend: Jika anda memposisikan settingan ini pada "enabled", maka real time clockd apat membangunkan komputer dari dalam mode Suspend, karena IRQ 8 adalah interrupt dari real time clock (RTC).

6. PNP/PCI CONFIGURATION – (Kontrol resources)
·         PNP OS Installed: Jika memilih "yes", maka BIOS akan mengurus pemberian IRQ, DMA, dan 1/0 hanya pada saat booting.
Setelah itu BIOS akan memberikan kemampuan konfigurasi resource pada sistem operasi yang mampu menangani Plug & Play seperti Windows 9x.
·         Resources Controlled By: Dengan option "Auto" dan "Manual" anda dapat memutuskan, apakah pemberian resources harus dilakukan secara otomatis melalui BIOS atau sebagian dilakukan secara manual. Jika ada beberapa hardware yang tidak Plug & Play ada baiknya anda memilih "Manual" dan anda dapat mengkonfigurasikan masing-masing IRQ dan DMA secara manual.
·         Reset Configuration Data: Digunakan untuk menghapus data PnP yang tersimpan pada blok ESCD (Extended System Configuration Data). Jika anda memilih "enabled", BIOS  akan menghapus data ESCD, tetapi hanya sekali saja. Setelah itu pilihan ini akan diubah menjadi "disabled" secara otomatis.
·         IRQx/DMAx assigned to: Pilihan ini hanya tampil jika dalam "Resources Controlled By" telah dipilih option "Manual". Selanjutnya pilihan ini dapat diisi dengan "Legacy ISA" atau "PCI/ISA PnP". Pilihlah "Legacy ISA" jika IRQ atau DMA tersebut digunakan oleh card yang tidak Plug & Play. Untuk card soundblaster 2.0 yang tua misaInya. orang akan menemukan IRQ 5 dan DMA 1 pada pilihan "Legacy ISA".
·         PCI 1RQ Activated By: Digunakan untuk menentukan cara mengaktifkan IRQ pada bus PCI. Pilihan yang ada yaitu "Level" dan "Edge". Defaultnya adalah "Level", pada beberapa card diperlukan pilihan "Edge".
·         Slot x using INT: Menentukan IRQ yang digunakan oleh card yang terpasang pada masing-masing slot PCI. Dapat dimanfaatkan untuk memecahkan masalah jika ada IRQ yang digunakan oleh card ISA yang tidak Plug & Play. Jika tidak ada masalah, lebih baik pilih "Auto".
·         1st/2nd/3rd/4th Available IRO: Pada pilihan yang juga jarang ini anda dapat melakukan pengalokasian interrupt secara eksplisit untuk ke-empat interrupt (A sampai D) apabila pengalokasian dengan "Auto" memberikan hasil yang tidak diinginkan.
·         PCI IRQ Map To: Dalam pilihan menu ini, alokasikan IDE pada interrupt 14 dan 15 yang klasik dalam kasus biasa mereka akan berbagi dengan "PCI Auto" pada Onboard Controller yang secara khas telah tersedia.
·         Prima ry/Seconclary IDE INT: Di sini ditentukan PCI interrupt mana yang harus dipergunakan oleh setiap IDE channel,  dari Onboard Controller atau dari card IDE di PCI. Biasanya adalah "A" dan "B".
·         Used MEM Base Addr: Option ini akan menyediakan ruang di memori utama di daerah sektor upper memory, misalnya untuk beberapa network card ISA yang tua. Option "Used MEM Length" akan menentukan ukuran memori yang dibutuhkan.

Thanks for reading & sharing Kamar Pekick

Previous
« Prev Post

0 komentar:

Post a Comment